Visi Gereja
 


Home

Search

Bertemu Yesus

Berita
Jadwal Kegiatan
Acara Yang Akan Datang
Artikel
Informasi Lain
Kesaksian
Email List

Pelayanan
Jadwal Ibadah
Persekutuan Doa
Kelompok Sel
Pujian Dan Penyembahan
Sekolah Alkitab
Yayasan Samaria

Cabang-Cabang
GBI Antiokhia di:
* INDONESIA
Balikpapan
Kisaran
Medan
Panipahan
Pontianak
Rantau Prapat
Samarinda
Singkawang
Tanjung Balai

Tebing Tinggi
* AUSTRALIA
Sydney

Media Centre
Download
Galeri Foto
Audio Centre
Video Centre

Khotbah

Tentang GBI Antiokhia
Sejarah Gereja
Profil Gembala Sidang
Visi Gereja
Pengakuan Iman
Hubungi Kami

Lokasi Kami

Link

 


Visi gereja:

1. Penginjilan
2. Pembinaan
3. Pengutusan

Oleh: Pdt. Christian Rimbo
Bacaan: Kisah Para Rasul 11:19-30, 13:1-3



Jemaat yang baik, ideal, bertumbuh, dinamis dan berhasil adalah harapan Kristus Yesus yang adalah kepala gereja juga merupakan harapan sekalian orang percaya. Kenyataan mengatakan bahwa hal itu tidak/ belumlah terjadi, karena di dunia yang serba berubah dan tidak sempurna ini, sulit untuk ditemukan gereja sempurna.

Bagaimana pula dengan jemaat Antiokhia yang adalah salah satu jemaat permulaan dalam sejarah gereja?

Menyimak dan mendalaminya dalam Kisah Rasul 11:19-30 dan 13:1-3, cukup memberikan gambaran dan mode dari suatu jemaat yang “Sempurna“, yang boleh menjadi fokus, teladan dan target untuk kita hari ini yang mengemban visi dan misi GBI-Antiokhia, dari Nats Alkitab, dapatlah dijabarkan sbb :

1. Didalam Jemaat Antiokhia terdapat PENGINJILAN:

Dari terwujud dan disebutnya mereka orang percaya, murid Kristus yang mayoritas adalah pendatang dari jemaat Yerusalem akibat penganiayaan setelah Stefanus mati syahid bagi Tuhan, jelas sekali terlihat bahwa mereka adalah jemaat yang menginjil.
Mereka menginjil melalui :

A. Memberitakan (19,20) secara aktif, berbicara.
B. Penyertaan tangan Tuhan (21) sehingga pasti adanya manifestasi kuasa Tuhan (Mujizat) yang nyata, meneguhkan dengan bukti (Markus 16:20)
C. Kesaksian Hidup (22,26). Keindahan, kuasa, keharuman Kristus tercermin dari aplikasi iman kedalam kehidupan nyata, menyentuh dengan sikap dan prilaku kehidupan.
D. Penuh kuasa karunia Allah (2,3), otoritas Tuhan nyata. Bandingkan dengan Efesus 2:8-10

Tidakkah ini menjadi motto, target, doa dan visi kita dalam menuju ke GBI Antiokhia yang berkenan dan berguna bagi Tuhan dan sesama? Mari kita doakan dan imani.

2. Didalam Jemaat Antiokhia, terdapat PEMBINAAN:

Jemaat yang menginjil itu baik sekali dan bolehlah dijuluki sebagai jemaat yang sudah mengerti, mengemban dan melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus dalam Matius 28:19-20. Namun kobaran semangat dan ambisi menginjil inipun akan lebih bermutu bilamana diimbangi dengan pembinaan, pengkaderan, peningkatan mutu, doktrinasi yang Alkitabiah, pengajaran yang tepat, siap pakai sesuai, bermutu sehingga kegiatan penginjilan tersebut dapat dilakukan dengan baik, mantap, langgeng, efektif dan berhasil.

Sedikitnya demi dan oleh maksud inilah, Tuhan bercampur tangan yang nyata dalam pembinaan mutu dan karakter iman Jemaat Antiokhia pada saat itu. Berbeda dengan keadaan sebagian gereja masa kini yang mana sisi pembinaan/ pengajaran inilah yang boleh dikatakan sangat lemah dan sedikit sekali diperhatikan banyak gereja, sehingga tidaklah heran bilamana mendapati anggota gereja yang kompromi dengan dunia, iblis, tradisi dan dosa. Hal ini serius dan berakibat serius pula, bila tidak disadari dan ditangani dengan baik. Bagaimana pula nasib jiwa-jiwa yang masih belum diselamatkan? Karena banyak bergugurannya Kristen akibat kurang di ajar/dibina? Imannya rapuh, lemah dan terancam.

Mulai ayat 22 sampai 30, memperlihatkan kepada kita bagaimana Jemaat Antiokhia saat itu dibina. Apa saja yang dibina, apapula hasil pembinaannya, kita simak berikut ini:

A. Dibina menjadi jemaat yang baik (24)
Barnabas yang sebagai pembinaan yang diutus kesana, disebut orang baik; maka dengan sendirinya menjadi orang baik inipun pasti tidak luput di ajarkan kepada jemaat bahkan disertai dengan kesaksiannya “karena Barnabas adalah orang baik “.
Tidakkah ini juga menjadi kerinduan dan target kita semua, agar kita menjadi orang Kristen yang dapat disebut baik?

B. Dibina menjadi jemaat yang penuh Roh Kudus (24)
Bukankah ini juga merupakan harapan, himbauan bahkan menjadi keharusan bagi setiap orang percaya, hidup penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18; Galatia 5:16-26). Barnabas adalah orang yang penuh dengan Roh Kudus, maka pastilah dia juga membina jemaat untuk penuh dengan Roh Kudus.
Mengerti, menyadari, merindukan dan mengalami hidup Kristiani yang penuh Roh Kudus adalah suatu kemuliaan untuk hidup bermutu, bergairah, berfungsi, menang dan berhasil. Hal ini sering menjadi perdebatan dan selisih paham dari sebahagian besar orang Kristen akibat salah ajaran, takut, tradisi, salah paham, apriori dan lain-lain, sehingga kebahagiaan terbesar dan kuasa serta pengalaman terberharga ini terkendala diminati dan dinikmati oleh kita. Yang pasti rugi besar selama hidup sebagai orang Kristen bila tidak mendapatkan dan mengalami dipenuhi Roh Kudus.

C. Dibina menjadi jemaat yang penuh Iman (24)
Oleh iman kita mengalahkan dunia, oleh iman kita memindahkan gunung, oleh iman kita meraih dan mengalami kuasa mujizat Allah, oleh iman kita berkenan dan diselamatkan Tuhan, oleh iman dosa diampuni, oleh iman kita disembuhkan dsb .
Namun kenyataannya, lebih sering ratio kita lebih berfungsi ketimbang iman yang bereaksi. Pelajaran iman takkan selesai dan tuntas dalam sekejap. Itu perlu disadari, diminati, dinikmati dan dialami. Ingatlah Ibrani 11:6 ; Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah .........
Barnabas adalah orang yang penuh iman, tidaklah mungkin kalau beliau tidak mengajarkan, membina jemaat Antiokhia-pun supaya penuh dengan iman.

D. Dibina menjadi jemaat yang memberi (29)
Berilah dan kamu akan diberi (Lukas 6:38)
Pengertian dan penghayatan memberi ini bukan sekedar diajarkan bahkan dari hidup dan penyerahannya. Barnabas dan Saulus membahaskannya dalam tindakan dengan kerelaan mereka berada di Antiokhia. Pelajaran, pengertian, berkat atas ketaatan memberi, sungguh merupakan suatu kunci hidup berkelimpahan yang patut dan jangan diabaikan diajarkan.
Beri dalam bentuk syukuran, perpuluhan, diakonia, penginjilan dsb. Hanya dapat dilaksanakan dengan baik dan setia bila jemaat dibina dan dimengertikan dengan bukti dan saksi, dengan landasan Firman Allah.

E. Dibina menjadi jemaat yang beribadah, mengerti menyembah Tuhan dengan baik dan merasakan kehadiran Tuhan (13:2).

Pembinaan terhadap jemaat perihal penyembahan dalam ibadah, pastilah sudah sangat berhasil; sehingga pasal 13 ayat 2 memperlihatkan kepada kita klimaks hasil penyembahan yaitu Roh Kudus beracara dengan leluasa, menyatakan kehendak Tuhan dsbnya. Penyembahan semacam ini mutlak menjadi keharusan dan kerinduan kita dalam ibadah. Kiranya kita membuka dan membiasakan diri dalam ibadah kita menyembah Tuhan kita Yesus Kristus.

F. Dibina menjadi jemaat yang berdoa puasa.
Berdoa dan berpuasa sering tak terpisahkan, berpuasa dibarengi dengan doa merupakan ajaran, kunci dan jalan bagi banyak orang percaya disegala abad untuk mereka mendapatkan pengertian atas kehendak Tuhan, pertolongan Tuhan, penyataan kuasa kelepasan, kesembuhan dari Tuhan dsb. Tuhan Yesus, murid-murid, rasul-rasul, jemaat permulaan, jemaat masa kini, banyak yang dapat menjadi teladan dan jawaban untuk kita bahwasanya dengan berpuasa mereka tertolong, dijawab, dipimpin dan diberkati Tuhan.

3. Didalam Jemaat Antiokhia terdapat PENGUTUSAN:

Jemaat Antiokhia adalah jemaat pertama yang melakukan tugas PI Pengutusan, bahkan penginjil yang berbobotlah yang diutus dalam pimpinan yang jelas dari Roh Kudus yaitu Barnabas dan Paulus. Dampak pengutusannya inilah sangat terasa dan terus bergema: Jemaat yang berhasil, berguna dan diberkati justru adalah jemaat yang berwawasan Kerajaan Allah, berhati dan perasaan seperti Kristus, beraksi dengan tekun dan setia terhadap Amanat serta bersedia berkorban mengutus penginjil keluar batas tembok gereja, organisasi, lintas budaya. Sejarah mencatat dan membuktikan, jemaat yang diberkati amat sangat dalam segala hal justru jemaat yang mengadakan pengutusan.
Itulah sekelumit hikmah, teladan dan kesaksian dari Jemaat Antiokhia dimasa Rasuli, apakah itu semua masih dapat terlaksana di GBI Antiokhia? Mari kita imani, doakan, tekuni, libatkan diri dan berikan respons yang positif.

Motto kita: GBI Antiokhia kini dan yang akan datang adalah jemaat yang didalamnya terdapat Penginjilan, Pembinaan, Pengutusan. Kiranya Tuhan Mendorong, Menguatkan dan Menggenapi. Haleluya, Imanuel.

 

 
 

NAMA REGISTRASI

GBI Antiokhia
Samaria Foundation
Antioch Gospel Church
http://www.antiochgospelchurch.com/


ALAMAT GEREJA

Jalan Pangeran Jayakarta 129
Block B No. 55-59
Jakarta Pusat, 10730
Indonesia

KONTAK DETAIL

Telp: +62-21-6006165
Telp: +62-21-6006167
jakarta@gbiantiokhia.com
http://www.gbiantiokhia.com/


This website best viewed at 800 x 600 or higher.
© 2007 GBI Antiokhia. All Rights Reserved.