Setelah
berdirinya GBI Antiokhia sejak 6 Desember 1992 dibawah
naungan Gereja Bethel Indonesia, sering dirasakan adanya
kendala dan masalah dilapangan khususnya dalam hal perintisan
cabang-cabang baru. Hal semacam ini semakin terasa pada
cabang Sumatera Utara khususnya di kota Medan. Dalam
mengatasi segala kesulitan dilapangan dan demi menjunjung
kerukunan dan kebersamaan dengan sesama Gereja Bethel
Indonesia; banyak kali kita harus bergumul dengan amat
sangat. Setelah berkonsultasi beberapa kali sejak tahun
1996 dengan berbagai pihak khususnya jajaran pemimpin
di DPH GBI, didoakan dengan sungguh-sungguh untuk petunjuk
dan pimpinan Tuhan Yesus Kristus kepala gereja maka
pada tanggal 5 Juni 2002 kami mengajukan surat pengunduran
diri dari Sinode Gereja Bethel Indonesia. Pada tanggal
19 Juli 2002 dibawah notaris Hilda Sari Gunawan SH di
Jakarta telah dibuat akta pendirian Gereja Berita Injil
Antiokhia (GBI Antiokhia) dengan no.18.
Pada tanggal 15 Agustus 2002 kami mengajukan surat permohonan
ke Dirjen Bimas Kristen DEPAG RI, untuk mendapatkan
pendaftaran sinode gereja baru dengan nama Gereja Berita
Injil Antiokhia atau GBI Antiokhia dalam melengkapi
persyaratan permohonan tersebut kami mendapat dukungan
dari Sinode Gereja Rahmani Kristus Indonesia dan Sinode
Gereja Kristen Jakarta disamping semua persyaratan lainnya
termasuk surat keterangan tanda lapor Kanwil DEPAG DKI
Jakarta yang sudah menerbitkan surat keterangan tanda
lapor. Pada akhirnya keputusan Dirjen Bimas Kristen
DEPAG RI dengan no: DJ III/Kep/HK.00.5/126/4946/2002
tentang pendaftaran Gereja Berita Injil Antiokhia kami
peroleh pada tanggal 23 September 2002. dengan keputusan
Dirjen Bimas Kristen inilah kami mulai mempersiapkan
segala sesuatu dan memperhatikan dengan amat sangat
unsur kesatuan tubuh Kristus khususnya terhadap sinode
Gereja Bethel Indonesia yang telah sedemikian mengayomi
kami selama ini. Sampai dengan saat yang tepat yaitu
pada tanggal 15 Mei 2003, barulah sinode GBI Antiokhia
mengadakan sidang raya pertama di Jakarta guna meresmikan
sinode GBI Antiokhia secara nyata dan sejak 15 Mei 2003
tersebut seluruh GBI Antiokhia telah beroperasi secara
resmi dengan badan hukum sinode Gereja Berita Injil
Antiokhia. Dalam sidang raya tersebut juga dinyatakan
resmi berdirinya GBI Antiokhia Jakarta, Medan, Tebing
Tinggi, Kisaran, Rantau Prapat, Panipahan, Tanjung Balai.
Disamping itu dilantik dan ditahbiskan pula 4 orang
Pendeta, 8 orang Pendeta Muda serta 10 orang Pendeta
Pembantu dan 1 orang Evangelis.

Dengan
demikian resmilah sudah berdirinya Sinode Gereja Berita
Injil Antiokhia dengan gereja cabangnya seperti tersebut
diatas dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama ditahun
2003 akan dibuka cabang Pontianak dan Sydney mohon dukunagn
doa, moril maupun materil dari anda sekalian demi perkembangan
Sinode GBI Antiokhia ini sangatlah diperlukan. Melalui
laporan singkat sejarah ini, kami menghaturkan banyak
terima kasih kepada Sinode Gereja Bethel Indonseia dan
Sinode-sinode lainnya serta para hamba Tuhan yang senantiasa
mendukung dan membantu kami. Tuhan memberkati.

|