RIWAYAT HIDUP Pdt. CHRISTIAN RIMBO
Apa yang sudah dilalui dan dicapai sampai
saat ini diakui oleh Pdt. Christian Rimbo sebagai anugerah
dari Tuhan. Berkat Tuhan nyata dalam hidup orang yang
sungguh-sungguh mengasihi Dia serta setia dalam melayani
Dia adalah benar dan sungguh-sungguh dirasakan oleh
Pdt. Christian Rimbo sendiri.
Pdt. Christian Rimbo dilahirkan dalam
keluarga kristen 37 tahun yang lalu di Pontianak, Kalimantan
Barat atau tepatnya 26 Oktober 1957 dengan nama lain
Lim Siaw Teng, Pdt. Christian Rimbo semasa kecilnya
sempat menikmati sekolah TK bahasa Mandarin sampai kelas
3 di Pontianak. Setelah ditutupnya sekolah bahasa Mandarin,
Pdt. Christian Rimbo memasuki SD Kristen sampai SMP
Kristen Pontianak juga. Semasa SD, Pdt. Christian rimbo
sempat menikmati masa SD di Jakarta yaitu di SD SKJN
selama 1 tahun (1967-1968) namun dikarenakan sejak kecil
telah dilatih untuk membantu usaha orang tua dan dengan
alasan lain akhirnya dikembalikan lagi ke Pontianak
hingga tamat SMP. Baru pada tahun 1975 meneruskan SMA
dan menetap di Jakarta sampai saat ini.
Perjalanan hidup, corak hidup, sikap
hidup setiap orang tidak sama, sekalipun dilahirkan
dalam keluarga Kristen yang cukup lumayan keadaan ekonominya
namun anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini terlalu
cepat matang terhadap persoalan dan kenyataan hidup.
Dia memendam rasa protes dan tidak puas terhadap cara
hidup yang diterapkan oleh orang tua (untuk dilatih
berusaha), dia tidak puas dengan segala macam kepalsuan
dan kemunafikan hidup orang Kristen, ditambah hubungan
dengan Tuhan yang belum terjalin dekat dan baik semasa
usia belia maka pada usia sekitar 11 tahun dia berniat
mengakhiri hidupnya sendiri, namun pada saat niatnya
hampir mau dilaksanakan Tuhan Yesus menjamahnya dan
menyelamatkannya serta merubah sikap hidup dan kepribadiannya.
Mulai sejak itu seluruh konsep dalam dirinya berubah,
baik konsep hidup, konsep uang, konsep keTuhanan, maupun
konsep kemanusia-annya. Sejak masih remaja dan pelajar,
niat dan sikap melayani Tuhan sudah tertanam sangat
dalam pada diri anak ini, niat dan sikap ini terus ada
pada saat anak ini menjadi salesman dan akhirnya menjadi
seorang pengusaha yang diberkati. Kesetiaannya dengan
visi dan misi yang Tuhan berikan pada saat dia diselamatkan
makin hari makin bertambah. Dia senantiasa merasakan
hidup yang dimiliki saat ini bukan lagi miliknya melainkan
dari kepunyaan Tuhan, hidupnya yang lama sudah mati
(II Kor 5:9,10,14,15,17). Sejak diselamatkan hingga
dengan jelas untuk sepenuh waktu melayani Tuhan (1992),
tidak pernah dilalaikan hidupnya untuk menabur buah
Injil kepada jiwa-jiwa dengan melayani Tuhan.
Sejak
menerima anugerah keselamatan, Christian Rimbo sudah
aktif di gereja (GKJ) sebagai guru Sekolah Minggu, ketua
Komisi Remaja, Pengurus Pemuda, Pengurus Gereja (Majelis).
Bahkan Christian Rimbo juga selalu berusaha untuk tetap
setia terhadap tekadnya di hadapan Tuhan untuk mengabarkan
Injil 100 hari atau 100 kali setiap tahun (baik secara
terbuka, maupun secara pribadi). Pada tahun 1984, Christian
Rimbo pertama kali mengikuti Seminar Pertumbuhan gereja
di Seoul, Korea. Dengan semangat dan dorongan besar
dari hasil pertemuan akbar tersebut, Christian Rimbo
mengajak Pdt. Jacob Nahuway untuk membentuk panitia
dan melaksanakan Seminar Pertumbuhan Gereja I di Jakarta
dengan menghadirkan lebih dari 1500 hamba-hamba Tuhan
dari berbagai pelosok tanah air. Dalam dunia pelayanan,
Christian Rimbo banyak melibatkan dari secara aktif
dalam kepanitiaan pelayanan bersama (interdenominasi)
yang berwawasan Kerajaan Allah, seperti LPMI (Lembaga
Pelayanan Mahasiswa Indonesia), EXPLO, SPG, SPIK (Dr.
Stephen Tong), KKR Pdt. Benny Hin, Pdt. Yonggi Cho,
Pdt. Reinhard Bonnke, Pdt.Dr. Luis Palau, Kasih Melanda
Indonesia, PD. El Shaddai, The Mission, Full Gospel
Bussinesman Fellowship International Kota Chapter dan
sebagai President Chapter selama 2 tahun, dll.
Dari
tahun 1975 sampai 1992, Tuhan telah memampukan Christian
Rimbo untuk merintis dan menjalankan beberapa usaha.
Perintisan usaha ini dimulai sejak salesman Panci Renaware
dan alat-alat Rumah Tangga. Juga Christian Rimbo mengusahakan
perusahaan Pakaian Jadi dengan toko grosirnya, menyuplai
ke toko-toko serta beberapa Dept. Store. Pemasarannya
dimulai di dalam negeri dari Aceh sampai Manado, bahkan
sampai ke luar negeri. Untuk meningkatkan pemasarannya,
Christian Rimbo menggeluti dengan tekun bidang pakaian
jadi hingga suatu hari ia mendapat penghargaan bapak
angkat dari Gubernur DKI, beberapa kali sempat bertatap
muka dengan Bapak/Ibu negara, bahkan Bapak Presiden
bersedia meresmikan pabriknya, dan juga banyak berkenalan
dengan pajabat di dalam maupun luar negeri.
Dengan
bertambahnya teman dan uang, maka ambisi untuk meningkatkan
usahapun bertambah besar, sampai sempat menggeluti 4
perusahaan PT kerjasama dengan teman-teman seiman dalam
pakaian jadi, kosmetik, cold storage, perusahaan pelayanan
sound system, perusahaan flower shop, stationary, outlet/counter
di Dept. Store, toko-toko grosir dan bakery. Semua yang
pernah dikerjakan, digeluti dan ditekuni diatas memang
memberikan hasil, menambah prestise, meningkatkan taraf
hidup, pengaruh hidup, nilai hidup, namun pekerjaan
melayani Tuhan yang digeluti sejak tahun 1992 telah
mengangkat hidupnya ke tingkat yang lebih berarti dan
bernilai dari segala-galanya. Ketika Tuhan bertanya
kapan engkau melayani Aku dengan sepenuh waktu? Christian
Rimbopun menjawab: “Sekarang...sekarang Tuhan,”
suatu jawaban yang disertai dengan linangan airmata
sukacita, karena pilihan dan panggilan Tuhan tersebut.
Setelah mengalami panggilanNya yang ajaib, Christian
Rimbo mulai menyampaikan kejadian tersebut kepada istrinya
(Akhiun). Dan ternyata Tuhan sudah memberikan konfirmasi
kepadanya. Maka akhirnya Christian Rimbo dan istri dengan
seorang putri saat itu bernama Grace (sekarang sudah
2 putri, yang lain bernama Elizabeth/Fang-Fang, lahir
1993) memilih lebih metaati kehendak Tuhan daripada
diri sendiri dengan menutup beberapa perusahaan. Dan
beberapa perusahaan pribadi lainnya diserahkan kepada
istri untuk diteruskan. Christian Rimbo berkata bahwa
melayani Tuhan selama 2 tahun sebagai pendeta, dia selalu
merasakan sukacita, arti dan nilai hidupnya jauh melebihi
segalanya yang pernah dimiliki, bahkan kepuasan di dalam
Tuhan. Berkat Tuhan selalu nyata dan dialami dalam hidupnya
dan keluarga. Kita doakan bersama agar Pdt. Christian
rimbo makin dan terus maju dalam pelayanan, dan Tuhan
selalu memakainya dengan ajaib. AMIN.
|