Kita
sering mendefinisikan bahwa penyembahan merupakan suatu
gaya hidup yang saleh tetapi penyembahan seharusnya
mempunyai makna yang lebih dalam daripada itu, ketika
kita masuk kedalam penyembahan itu maka kita dapat merasakan
kemurnian dan suatu rasa yang tak akan pernah puas akan
hadirat Tuhan melalui keintiman. Dan biarlah melalui
artikel ini dapat menimbulkan rasa ”lapar dan
haus” kita akan hubungan yang begitu intim dengan
Kristus. Karena tidak ada yang lebih memuaskan kita
dari pada kekuatan, cinta kasih dan hubungan erat dengan
Yesus Kristus.
Apakah
yang dimaksud dengan keintiman?
Kata ”intim” dapat digambarkan sebagai suatu
bentuk hubungan yang pribadi dan begitu dalam. Dapat
juga dilukiskan sebagai hubungan erat, yang begitu dekat
satu dengan lainnya, tidak asing lagi dan telah saling
mengenal. Keintiman adalah hal yang paling indah yang
ada diatas bumi ini.
Berhubungan intim dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah
merupakan keseluruhan alasan atas keberadaan kita di
muka bumi ini. Kita telah dirancangkan untuk tinggal
dalam kesatuan dengan Pencipta kita. Kita tidak pernah
dimaksudkan untuk terpisah atau dipisahkan, tetapi dosalah
yang menyebabkan halangan antara manusia dan Tuhan;
maka untuk itulah Yesus Kristus telah diutus, Ia datang
untuk menghancurkan halangan itu dan memberi kita semua
hal yang yang kita perlukan untuk dapat mempunyai hubungan
erat yang tetap dengan Bapa kita, dan semua itu oleh
karena Yesus Kristus telah melakukannya. Hari ini kita
semua telah diperlengkapi untuk bersekutu denganNya
di setiap saat dan setiap waktu kita dapat masuk kedalam
keintiman dengan Tuhan kita!!
Manusia
telah diciptakan dengan sifat ilahi untuk memberi dan
menerima cinta, untuk mencintai dan dicintai, untuk
mengungkapkan perhatian, kasih sayang, kerinduan, kebutuhan
dan keinginan kita. Kita diciptakan menurut rupa dan
gambar Allah - gambaran akan cinta. Binatang tidak akan
pernah memahami keintiman yang benar; matahari, bulan
dan bintang juga tidak akan pernah memahaminya. Bahkan
para malaikat surga tidak akan pernah memahami bagaimana
berhubungan intim dengan Allah. Keintiman dengan Tuhan
semata-mata untuk kebaikan manusia. Alkitab memberitahukan
bahwa para malaikat begitu rindu untuk memahami secara
mendetail kasih karunia Allah atas hidup kita untuk
berhubungan intim yang mana belum diungkapkan kepada
mereka. Kita sebagai manusia mempunyai sifat keilahian
yang begitu istemewa untuk bisa berhubungan intim dengan
Raja kita.
Setiap
manusia tanpa disadari didalam lubuk hatinya yang terdalam
mempunyai suatu keinginan yang melebihi dari kelima
panca indra yang mereka rasakan (penglihatan, pendengaran,
sentuhan, rasa dan penciuman), akan sesuatu yang melebihi
jangkauan pikiran mereka, sesuatu yang memuaskan dan
memberikan mereka kekekalan dalam hidup ini - dan hidup
sesudahnya. Kerinduan yang ada dalam hati saya dan anda
hanya dapat dipenuhi oleh sesuatu yang begitu dalam
dan pribadi, dari hati ke hati, yaitu hubungan dalam
roh dengan satu-satunya Tuhan pencipta langit dan bumi.
Ketika roh manusia telah berhubungan dengan Roh Allah
maka ada suatu pemenuhan kekal akan semua kebutuhan
rohani kita. Dan inilah keintiman yang sejati; yaitu
penyembahan ditingkat yang paling tinggi!!
Bagaimana
saya dapat berhubungan intim dengan Tuhan?
Keintiman adalah suatu pengejaran kekal. Keintiman dapat
merupakan sesuatu yang sementara tetapi juga dapat bersifat
kekal. Semakin intim kita, maka dituntut komitmen yang
semakin tinggi pula. Keintiman sejati tidak ada akhirnya
karena semakin lama, kita akan merasakan semakin kuat
dan lebih lagi. ”Kita tidak pernah dapat memahami
Tuhan. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya
tak terhingga” (Mazmur 147:5). Tidak ada batas
akhir terhadap Tuhan bahkan pasangan yang telah menikah
sekalipun setelah sekian lama bersama, mereka akan semakin
meluangkan waktu dan berusaha membangun keintiman dalam
hubungan mereka. Mengapa? Sebab keintiman adalah suatu
hubungan yang dalam yang tak ternilai dan dapat terbuktikan
dari waktu ke waktu. Ada harga yang harus dibayar dengan
mahal untuk keintiman baik dengan Tuhan maupun dengan
sesama. Keintiman memerlukan waktu yang sangat banyak
untuk membangunnya. Seperti yang tertulis dalam Yesaya
28:10 “Sebab harus ini harus itu, mesti begini
mesti begitu, tambah ini, tambah itu!” kita bertumbuh
untuk mengerti bahwa setiap hari kita dapat semakin
lebih dan lebih lagi dalam mencintai. Keintiman dimulai
dari tingkat yang paling bawah lalu akan meningkat terus
dan berlangsung terus sejauh mana sesuai dengan harga
yang telah dibayar. Keintiman juga berarti kesabaran.
Dan hal ini disebutkan sebanyak tiga kali dalam kitab
Kidung Agung, “jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan
cinta sebelum diingininya!” namun seringkali orang-orang
kristen mempunyai sikap terburu-buru terhadap Tuhan.
Mereka berpikir bahwa mereka dapat memiliki keintiman
yang dalam dan mengalami kesempurnaan akan kasih dan
hadirat Tuhan sebelum mereka sendiri dewasa dalam iman
mereka. Kita tidak bisa tergesa-gesa dalam keintiman.
Ini merupakan suatu proses yang memerlukan waktu yang
panjang. Setiap orang kristen dapat mempunyai hubungan
intim dengan Kristus. Hal ini terjadi secara alami melalui
Perjanjian Baru, ketika Roh Kudus tinggal atas orang-orang
percaya yang telah lahir baru. Tetapi lain halnya untuk
dapat memiliki keintiman yang dalam dengan Dia karena
dituntut bayar harga yang mahal – dan apakah kita
siap membayarnya? Dalam kitab Keluaran kita ketahui
bahwa dari seluruh suku Israel hanya Musa seorang saja
yang dipersiapkan untuk mengerahkan segenap kemampuannya
untuk berhubungan intim dengan Tuhan. Dan ia telah melihat
kemuliaan Tuhan, berbicara denganNya muka bertemu muka
seperti seseorang yang sedang berbicara dengan temannya,
dan tenggelam dalam hadirat Tuhan. Keintiman dengan
Tuhan yang seperti itulah yang seharusnya dengan sabar
kita kejar!. Banyak orang merasa sangatlah mudah untuk
menerima cinta Tuhan, kasih karuniaNya dan untuk merasakan
manfaat menjadi orang Kristen, tetapi apakah kita sudah
sungguh-sungguh mempraktekkan 1 Yohanes 4:19 “Kita
mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Sangatlah mudah untuk menerima anugrah, kemurahan dan
cinta kasihNya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa
saja dalam hidup kita seperti hal lainnya. Tetapi ujian
terhadap keintiman yang sejati ialah bagaimana kita
menunjukkan kasih kita dan bagaimana kita meresponi
kasih yang orang lain tunjukkan. 1 Yohanes 3:18 mengajarkan
bahwa kita seharusnya mengasihi bukan hanya dalam perkataan
saja tetapi juga dalam perbuatan. Betapa seringnya dalam
ibadah kita mengatakan atau mungkin berteriak “Tuhan
aku mencintai Engkau” tetapi setelah itu kita
memperlakukan Dia sama seperti orang lain dalam kehidupan
kita. Kata “cinta” seharusnya ditujukan
untuk seseorang yang terdekat, orang yang paling berharga
dalam hidup kita; seseorang yang kita perlakukan dengan
begitu istimewa, seseorang yang kita begitu berhasrat
untuk menjadi intim dengannya … dan untuk itu
Tuhan tentunya haruslah menjadi yang terutama tanpa
pengecualian!. Kita bisa berhubungan intim dengan Tuhan
karena Tuhan tidak pernah tidak mengindahkan orang lain.
Ia tidak pernah pilih kasih, ataupun memperlakukan seseorang
lebih baik atau lebih buruk dibandingkan dengan orang
lain. Semua yang Ia inginkan hanyalah mencari seseorang
yang mau berkomitmen untuk memiliki hubungan yang kekal
denganNya. Seseorang yang mendekat kepadaNya sehingga
Ia juga dapat mendekat, yang mencari wajahNya dan menunjukkan
cintanya karena memang Ia layak menerima semua itu …
seseorang yang seperti raja Daud yang mencari hati Tuhan.
Seseorang yang berani berkata, ”Satu hal telah
kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di
rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN
dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Mulailah
sekarang untuk membangun hubungan yang intim; bagaimana
hubungan kita dengan Tuhan besok hanya bisa dibangun
atas dasar hubungan kita denganNya pada hari ini. Ada
beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kitab Kidung
Agung mengenai keintiman:

1.
Mengenal nama orang tersebut.
Tak seorangpun dapat menjadi intim dengan seseorang
tanpa mengetahui namanya, karena nama mewakili karakter
seseorang. Seperti perempuan dalam Kidung Agung yang
berkata ”namamu seperti minyak urapan yang dicurahkan”
mengandung pengertian akan pengenalannya terhadap Salomo,
menekankan makna yang begitu dalam dan berkuasa terhadap
namanya. Seberapa dalam kita mengenal Yesus? Apakah
kita mengenal Yesus sebagai Elohim, Yehovah, Adonai,
El Shaddai…? Keintiman adalah hasil dari keakuratan
pengenalan seseorang, bukan hanya sekedar mengenal saja.
2.
Hanyalah satu-satunya
Dalam Kidung Agung 2:1 gadis itu menyamakan dirinya
dengan bunga mawar Sharon, adalah bunga yang sangat
jarang yang mana hanya dapat ditemukan didalam hutan
Libanon. Suatu bunga merah indah yang mempunyai duri
yang begitu tebal disekelilingnya sehingga seolah-olah
menolak untuk mengungkapkan jati dirinya pada semua
orang namun hanya pada orang yang tepat saja. Keintiman
dengan Tuhan hanya mungkin terjadi ketika kita tidak
mempunyai “kekasih-kekasih” lain, karena
hal itu dapat masuk dan merusak hubungan. Dalam suatu
pernikahan jika pasangan itu mempunyai pasangan lain
maka sangatlah mustahil untuk mereka memiliki keintiman.
Tetapi mengapa masih banyak orang Kristen yang berpikir
bahwa mereka dapat cinta Tuhan dan cinta akan dunia
pada waktu yang bersamaan? Hal ini hanya akan merampas
keintiman kita dengan Tuhan. Seharusnya hanya ada satu
saja yang kita cintai dalam hidup kita.
3.
Waspadalah terhadap ”rubah”.
Kita telah membahas tentang bagaimana keintiman harus
dibangun setelah jangka waktu tertentu. Hal ini bukanlah
terjadi dalam sekejap saja tetapi harus melalui proses.
Sesuatu apapun yang akan bertumbuh tidak mungkin dari
benih lalu dalam seketika menjadi besar. Harus melewati
proses-prosesnya. Dalam Kidung Agung 2:15 kita tahu
bahwa rubah-rubah itu datang untuk merusak kebun anggur
yang sedang berbunga itu. Iblis membenci hubungan intim
terutama hubungan intim dengan Tuhan. Ia tahu bahwa
ini merupakan senjata yang kuat untuk melawan kerajaaannya,
sehingga ia akan melakukan apapun juga yang mungkin
dapat menghancurkan keintiman kita ketika hubungan itu
masih rapuh dan mudah diruntuhkan. Rubah-rubah itu akan
datang untuk mencoba dan melakukan apapun juga; dan
akhirnya bukan hanya menghancurkan saja tetapi juga
menghambatnya ketika akan berkembang lagi. Apakah rubah-rubah
itu? Apapun yang mencuri hubungan kita dengan Tuhan
adalah rubah – baik televisi, komputer, pacar,
mall dan lain lain Kita harus berwaspada terhadap rubah
atau mereka akan menyelinap dan menghancurkan keintiman
kita tanpa kita menyadarinya!
4. Carilah hingga engkau menemukannya
Kidung Agung 3:1-4 merupakan gambaran pencarian yang
begitu kuat tentang hasrat dan keinginan yang sangat
besar. Di ayat pertama dikatakan bahwa ia mencarinya
ditempat tidur. Sangatlah mustahil jika kita mencari
dengan pasif saja tetapi mengharapkan menemukan Dia
– kita harus melakukan sesuatu untuk harga yang
harus dibayar. Ketika dia bangun dan berkeliling kota
dia ditemui dengan peronda-peronda kota. Hal itu sepertinya
merupakan suatu halangan baginya, karena dia disuruh
untuk kembali tidur dan jangan ada dijalanan. Tetapi
dia tetap mencari. Ketika dia telah menemukan seseorang
yang dicintainya maka dia tidak akan melepaskannya.
Dan dia tidak akan melepaskannya sampai dia membawanya
ketempat yang intim – ruangan pembuahan, suatu
tempat yang begitu pribadi. Intinya ialah janganlah
memiliki kadar yang kurang dalam hubungan intim.
5. Harus dua arah
Keberhasilan perkawinan antara Salomo dan gadis Sulam
tertulis dalam pasal 4:16 dan 5:1. Dari kedua ayat ini
merupakan suatu gambaran indah akan cinta yang harus
dua arah. Jika yang satu hanya memberi dan lainnya hanya
menerima saja maka akan terjadi ketidakseimbangan dan
keintiman yang sejati tidak akan pernah tercapai. Dalam
ayat ini ada saat tertentu yang mana terjadi pertukaran
tempat dengan pasangannya sehingga dapat membagikan
cinta mereka dalam cara yang begitu intim. Cinta kita
untuk Tuhan juga harus seperti itu. Jika kita hanya
menjadi penerima tetapi tidak berperan aktif dalam membangun
hubungan yang kuat maka kita tidak akan masuk kedalam
keintiman yang Tuhan inginkan.
6.
Jadilah kreatif
Sebagian dari kita mungkin telah mengaplikasikan prinsip
ini dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Hidup
adalah sesuatu yang rapuh. Kadang-kadang ada saat yang
menyenangkan, kadang ada tantangan, kadang terasa mudah,
namun kadang sulit, tetapi faktor umum yang sering membantu
ialah kekreatifan. Karena tanpa disadari kita sering
terlalu monoton dalam hidup ini sehingga kita mengalami
stagnasi dan terus merosot kebawah. Bahkan gadis Sulam
itu mengetahui bahwa hubungannya perlu ada pertumbuhan
dan perubahan. Dia bekata; ”Semerbak bau buah
dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang
lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu
telah kusimpan bagimu, kekasihku!” (Kidung Agung
7:13). Dia memeliharanya tetap segar dengan cara membuat
sesuatu yang baru, dan mengesampingkan hal-hal yang
telah usang. Mungkin kita bisa memakai beberapa lilin
selagi kita berdoa atau membuat suatu ”kejutan”
untuk Tuhan dengan menuliskan nyanyian cinta yang keluar
dari dalam hati kita. Apapun caranya yang terpenting
ialah hal itu dapat membuat kita tetap fresh dan lebih
lebih lagi!.
7. Jaga hatimu
Kunci yang terakhir ialah ada didalam Kidung Agung 8:6-7.
Kita tidak bisa melihat wajah Tuhan secara phisik ketika
kita menyembah Dia, tetapi kita mempunyai saat-saat
dimana kita meras sungguh-sungguh begitu dekat. Itulah
kekuatan keintiman!. Dari ayat ini kita dapat mengetahui
kuncinya adalah untuk dapat menjaga hati kita. Kita
harus menjaga hati kita untuk mempunyai satu hubungan
saja, dengan seseorang dan untuk selama-lamanya. Keintiman
tidak dapat hancur oleh jarak, juga tidak berkurang
oleh air, tetapi tentu saja akan hancur ketika hati
kita tidak lagi tertarik akan kekuatan dari hubungan
itu. Jagalah hatimu! Hasrat keintiman!
Sekali lagi ditekankan, bahwa tidaklah mudah menjalin
keintiman yang begitu dalam dengan seseorang. Diperlukan
bayar harga yang mahal, dengan suatu pengorbanan yang
tinggi; dan hasilnya tentu sesuai dengan harga yang
telah dibayar. Pilihan untuk melakukan apapun juga untuk
mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan adalah menyembah.
Maksudnya ialah menyediakan waktu untuk menikmati berendam
dalam hadirat Allah; dengan arti lain mungkin kita harus
lebih menyediakan waktu lebih lagi untuk bersekutu dengan
Kristus melalui FirmanNya; mungkin juga kita harus berkomitmen
ketingkat yang lebih tinggi lagi yaitu untuk setia tertanam
dalam rumah Tuhan; atau kita perlu bangun lebih pagi
untuk berdoa sebelum memulai pekerjaan kita; atau harus
mematikan televisi pada malam hari, atau juga berhenti
menyaksikan program kesayangan kita dan mencari wajahNya
dengan suatu hasrat yang lebih besar lagi. Apapun yang
kita alami, saya mendorong bahkan menantang anda - untuk
melakukan apapun juga yang harus dilakukan untuk mendapatkan
keintiman dengan Seseorang yang tidak pernah putus-asa
menanti untuk mempunyai hubungan intim dengan kita,
dan pada akhirnya seperti yang rasul Paulus katakan:
“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih
Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.”
(2 Korintus 13:13)
Tuhan memberkati!.
Penulis
: Nicholas Hung