Kelompok Sel
 


Home

Search

Bertemu Yesus

Berita
Jadwal Kegiatan
Acara Yang Akan Datang
Artikel
Informasi Lain
Kesaksian
Email List

Pelayanan
Jadwal Ibadah
Persekutuan Doa
Kelompok Sel
Pujian Dan Penyembahan
Sekolah Alkitab
Yayasan Samaria

Cabang-Cabang
GBI Antiokhia di:
* INDONESIA
Balikpapan
Kisaran
Medan
Panipahan
Pontianak
Rantau Prapat
Samarinda
Singkawang
Tanjung Balai

Tebing Tinggi
* AUSTRALIA
Sydney

Media Centre
Download
Galeri Foto
Audio Centre
Video Centre

Khotbah

Tentang GBI Antiokhia
Sejarah Gereja
Profil Gembala Sidang
Visi Gereja
Pengakuan Iman
Hubungi Kami

Lokasi Kami

Link

 


Kesan (Kelompok Sel Antiokhia) yang sudah ada sekarang ini akan diubah menjadi KESAN P-12. Tentunya bukan saja namanya mengalami perubahan, tetapi ada beberapa perubahan dasar/prinsip yang akan dilakukan kedalam KESAN P-12. Mengapa harus ada perubahan? Sebenarnya kita tidak bermaksud untuk menimbulkan kebingungan yang disebabkan oleh perubahan. Namun perubahan di dalam KESAN tersebut adalah untuk maksud dan tujuan agar semakin banyak jiwa yang dapat dituai serta umat Tuhan dipersiapkan menjadi umat yang dewasa, berkenan, layak dan berbuah.

Tanggal 10-13 Juli yang lalu, tim yang terdiri dari 14 orang ketua dan wakil ketua KESAN dibawah pimpinan Gembala Sidang Pdt.Christian Rimbo telah mengikuti seminar kepemimpinan yang diadakan di GBI Keluarga Allah Solo dengan pembicara Pdt.Benyamin Wong dari Hongkong (Gembala Sidang Shepherd Community Grace Church, Gereja Sel terbesar di Hongkong). Pada waktu yang sama, tim juga diberikan kesempatan untuk bertatap muka, tanya jawab serta menerima pengertian yang lebih mendalam perihal P-12 yang telah dan sedang diterapkan di GBI Keluarga Allah dengan Gembala Sidangnya Pdt.Obaja T.Setiawan. Dengan P-12 ini Pdt.Obaja T.Setiawan menjelaskan bagaimana pengalaman mereka, hasil pelipatgandaan yang luar biasa, pengaruh serta efektivitas dari P-12 tersebut. Tentang hal ini, bermula dari kunjungan Pdt.Obaja T.Setiawan ke International Charismatic Mission (ICM) di Bogota, Kolumbia pada akhir bulan Januari 1999 untuk mengikuti Konferensi Gereja Sel yang diadakan disana. ICM yang telah mengalami peliptgandaan kelompok sel yang sangat pesat, dimulai dari akhir tahun 1990 mereka hanya mempunyai 70 sel sampai akhir tahun 1998 mencapai 23.000 sel, suatu perkembangan yangpesat. Pulang ke Solo, Gembala Sidang GBI Keluarga Allah ini menerapkan Prinsip 12 di gerejanya, hasilnya, kelompok sel yang ada pada akhir Januari 1999 berjumlah 273 sel sampai akhir Februari 2000 bertambah menjadi 819 sel. Bahkan sewaktu tim mengunjungi Solo pada awal Juli itu, jumlah sel yang ada sudah mencapai 1027. Berarti dalam waktu empat bulan saja sejak Februari – Juli 2000 terjadi pelipatgandaan 208 sel bahkan pada Konferensi Gereja Sel September yang lalu (rombongan GBI-Antiokhia 42 orang mengikutinya), sudah bertambah menjadi 1046 sel.

Perlu kita sadari bahwa tahun ini adalah tahun penjangkauan sekaligus tahun penuaian, dan tidak kebetulan Tuhan membawa tim untuk mengunjungi Gereja Sel di Solo, kita menjadi mengenal, mengerti dan terdorong amat sangat oleh Prinsip 12 yang mana prinsip-prinsip tersebut akan kita terapkan juga di KESAN kita di masa mendatang.

Mengapa nama KESAN diganti menjadi KESAN P-12? Kita harapkan supaya KESAN-KESAN yang ada sungguh-sungguh berfungsi untuk menciptakan murid-murid yang bervisi, bermisi, dinamis, efektif, militan, misioner bertumbuh, berbuah, dan tidak mengecewakan Tuhan. Ada beberapa prinsip-prinsip yang akan lebih kita tekankan di KESAN Prinsip 12 yaitu hubungan dan pelatihan. Mari kita lihat KESAN selama ini, kita terjebak dengan bahan dan program hampir semua Pemimpin dan anggota KESAN agak kurang memperhatikan bagaimana hubungannya dengan anggota lainnya, pokoknya tiap minggu dia harus hadir dan mengadakan acara pertemuan yang sudah ditetapkan tepat pada waktunya. Padahal kalau kita mau memenangkan seseorang, kita harus memenangkan hubungan kita terlebih dahulu dengan orang tersebut. Bukan hanya agak kurang memperhatikan hubungan tetapi pemimpin juga agak kurang memperhatikan pelatihan untuk anggota-anggotanya, seharusnya setiap pemimpin berkewajiban harus menciptakan anggota yang mempunyai kapasitas minimal seperti dirinya, kalau tidak ada pelatihan dari pemimpin kepada anggota-anggotanya, darimana para anggota tahu cara melayani Tuhan dan sesama, cara berdoa yang benar, cara PI, dst. Kekurangan-kekurangan yang pernah terjadi di dalam KESAN yang lalu akan kita coba perbaiki dengan menerapkan Prinsip 12 di KESAN P-12, apa yang baik di KESAN yang lama tetap akan dipertahankan kalau perlu lebih disempurnakan.

Apakah KESAN P-12 itu?

Perlu kita mengerti bahwa P-12 adalah prinsip yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam mengajar dan melatih 12 murid-muridNya untuk menjadi sama seperti diriNya, mulai dari bagaimana Tuhan Yesus memilih murid-muridNya, Ia berdoa lebih dahulu semalaman (Luk 6:12-13), sampai bagaimana Tuhan Yesus melewati hari-hariNya di dunia bersama dengan murid-muridNya, melatih mereka bagaimana cara melayani Tuhan dan sesama, cara berdoa dan berpuasa yang benar, memberi kuasa, mengurapi dan mengutus 12 muridNya untuk mempraktekkan apa yang telah diajarkanNya, kemudian memanggil mereka kembali untuk diajar dan diurapi lagi dan yang pasti selama Ia bersama-sama dengan murid-muridNya, Ia menjadi teladan dalam segala hal bagi 12 muridNya. Nah, sebagai pemimpin, kita harus meneladani apa yang telah diperbuat oleh Tuhan Yesus dan kita terapkan di dalam KESAN P-12 kita.
Dasar-dasar Prinsip 12 yang akan diterapkan di KESAN P-12

Prinsip pertama: Setiap Orang Dapat Menjadi Pemimpin.

Kita tahu bahwa banyak sekali jiwa-jiwa yang akan dituai di jaman akhir ini, namun kenyataannya hanya ada sedikit pekerja yang siap menuai. Dalam Matius 9:37-38 Tuhan Yesus berkata pada murid-muridNya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Tuhan Yesus tahu bahwa prioritas pertama adalah membangkitkan pekerja-pekerja yang akan diutus untuk menjadi pemimpin-pemimpin. Sekarang siapa yang akan dibangkitkan untuk menjadi pemimpin?

Sebenarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin. Ada alasan yang menguatkan pernyataan ini.

Pertama, dalam Kej 1:26, Tuhan sudah menetapkan setiap manusia untuk menjadi pemimpin atas semua ciptaanNya. Dalam Ul 28:13 juga Tuhan katakan bahwa setiap orang yang mendengarkan suara Tuhan dan melakukannya dengan taat dan setia, maka Ia akan dibuat menjadi kepala bukan ekor.
Kedua, setiap orang percaya sudah Tuhan beri kemampuan untuk dapat menjadi pemimpin kelompok sel. Gereja juga disebut Keluarga Allah. Setiap keluarga, apabila ada anaknya yang telah dewasa, maka ia akan mampu untuk membangun keluarganya sendiri. Begitu juga dengan setiap jemaat yang ada di KESAN P-12, apabila telah diajar dan dilatih dengan baik, maka ia akan menjadi dewasa dan siap untuk membuka KESAN P-12 sendiri, mendidik dan melatih anak-anaknya sendiri untuk menjadi pemimpin.

Ketiga, setiap orang yang telah belajar dan dilatih untuk menjadi pemimpin, maka pada akhirnya akan mampu menjadi pemimpin.

Untuk menjadi seorang pemimpin seperti Pdt.Christian Rimbo memang perlu karunia khusus, tetapi untuk menjadi seorang pemimpin KESAN P-12 kita semua pasti boleh dan harusnya mampu.

Prinsip kedua : Setiap Orang Dapat Memuridkan sampai Dua Belas

Dalam Markus 3:13-19, kita tahu bahwa Tuhan Yesus memilih 12 orang yang akan dimuridkan secara khusus. Memuridkan 12 orang secara khusus adalah kapasitas kemampuan kita untuk memuridkan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memang mempunyai banyak pengikut, tetapi dia hanya memfokuskan diriNya pada 12 murid yang diajar dan dilatihNya secara khusus secara maksimal.

Dua belas boleh saja disebut angka multiplikasi. Tuhan Yesus tidak kebetulan memilih 12 murid. Jumlah suku Israel adalah juga 12. Semua itu ada maksudnya. Dia tidak memilih 7 atau 15 murid, tetapi 12, ini untuk memberi teladan pada kita dan menunjukkan bahwa kita pasti mampu untuk memuridkan 12 orang. Memang tidak sekaligus harus 12, tetapi kita semua mempunyai target 12 murid sama seperti Yesus. Bukankah Dia sudah berkata di dalam Yohanes 14:12~Aku berkata kepadamu:”Sesungguhnya barang siapa Percaya kepadaKu, ia akan juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku juga pergi kepada Bapa.”

Prinsip ketiga: Yang Disebut 12-mu adalah yang Telah Membuka KESAN P- 12nya Sendiri

Yang disebut murid adalah mereka yang taat melakukan Firman Tuhan termasuk Amanat Agung ( Mat 28:19-20 ), mereka pergi menginjil jiwa-jiwa dan menjadikan mereka murid Tuhan untuk kemudian membuka KESAN P-12nya sendiri.

Seseorang dapat masuk dalam KESAN P-12 tanpa termasuk dalam “dua belasmu “ tetapi mereka hanya menjadi jemaat saja. Mengapa? Sebab sasaran memuridkan dan pelatihan kepemimpinan adalah supaya jemaat menjadi berpotensi, mampu dan dapat membuka KESAN P-12nya sendiri.
Sebagai pemimpin di KESAN P-12, kita harus mengajar dan mendorong setiap jemaat untuk mereka masing-masing membuka KESAN P-12nya sendiri. Dua belas adalah target yang akan kita capai, yaitu berjuang untuk mencetak dua belas jemaat yang berani melangkah dengan iman untuk menjadi dua belas pemimpin di KESAN P-12 yang dipimpin mereka masing-masing.

Kebutuhan antara seseorang yang telah menjadi pemimpin akan sangat jauh berbeda dengan jemaat yang belum menjadi pemimpin. Seorang pemimpin membutuhkan bahan-bahan untuk memperlengkapi dirinya sendiri guna membina, memimpin, melatih orang-orang yang dipimpinnya, ia mempunyai tanggung jawab yang sangat penting untuk melatih anggotanya menjadi pemimpin KESAN P-12. Tetapi jemaat biasa hanya perlu pengajaran untuk dirinya sendiri, persiapan dan pelatihan untuk dapat memulai memimpin KESAN P-12 baru akan diupayakannya di kemudian hari.

Prinsip keempat : Setiap Orang Harus Dimuridkan dan Memuridkan
Dalam Matius 28:19-20, Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk memuridkan orang lain. Dalam hukum alam terjadi apa yang dinamakan hukum menerima dan hukum memberi, supaya terdapat keseimbangan. Danau Galilea sangat subur dan terdapat banyak jenis ikan karena ia menimba air dan mengalirkannya ke tempat lain, sedangkan Laut Mati hanya menerima menyebabkan kadar garam dan mineral terlalu tinggi sehingga tidak ada satu ikan pun yang dapat hidup di laut ini. Jika kita menerima atau dimuridkan maka kita juga harus memberi melalui proses memuridkan supaya kita tidak mengalami kematian rohani.

Seorang gembala yang paling senior akan memberikan pelajaran dan pelatihan pada orang lain duabelas muridnya. Dia akan mengimpartasikan visi dan misi yang menjadi panggilan atas gerejanya, hidup dan prinsip-prinsip hidup serta keteladanan kepada murid-muridnya. Setiap murid akan menangkap informasi yang mereka dapat, kemudian membagikannya sewaktu mereka mengajar “duabelas” mereka di KESAN P-12 mereka masing-masing. Hali ini diturunkan dari satu tingkatan ke tingkatan di bawahnya sampai tingkatan yang paling bawah. Pelajaran turun dari atas sampai ke bawah melalui pertemuan “duabelas” di KESAN P-12.

Dasar prinsip pemuridan di KESAN P-12 adalah “Ajarkan apa yang diajarkan kepadamu” ( II Timotius 2:2 ).

Tidak seorangpun yang akan dipakai oleh Tuhan dengan hebat kalau ia tidak mau dibimbing, dipimpin terlebih dahulu. Sebelum memuridkan kita harus mau dimuridkan terlebih dahulu sehingga kita memiliki tudung ( covering ) dan pembina rohani yang akan memperhatikan dan mendukung kita.

Prinsip kelima: Setiap Kita Harus Memenangkan Jiwa dan Menjadikan Mereka Pemimpin KESAN P-12

Tuhan Yesus dalam melaksanakan misiNya di dunia, Ia terlebih dahulu memberitakan Injil kepada banyak orang untuk menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus sudah memberi teladan bagi kita untuk kita pun sebagai anak-anak Tuhan yang telah ditebus harus juga melaksanakan misi kita yaitu meyelamatkan banyak jiwa bagi Dia. Setelah mereka diselamatkan, mereka harus dengan cepat dimasukkan dalam KESAN P-12, karena disana mereka akan diajar dan dilatih, juga diperlengkapi untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di KESAN P-12 mereka nantinya.

Pembina yang berhasil adalah pembina yang dapat menghasilkan pemimpin yang baru. Untuk itu kita perlu betul-betul memperhatikan, mendukung, mengarahkan supaya murid-murid kita behasil di dalam kehidupannya, baik rohani maupun jasmani.

Keberhasilan murid = keberhasilan pemimpin, kegagalan murid = kegagalan pemimpin.

Prinsip keenam: KESAN P-12 Harus Dikembangkan Secara Homogen

KESAN P-12 akan berkembang lebih sehat dan efektif apabila dikembangkan secara homogen, berdasarkan kesamaan yang dimiliki, kecocokan, kedekatan, dsb. Tidak lagi berdasarkan lokasi tempat tinggal, tapi mereka harus beribadah di dalam satu tempat ( ibadah/bahasa ) yang sama supaya dapat berfungsi lebih maksimal.

Prinsip ketujuh: Dua Belasmu adalah Asistenmu

Murid-murid Tuhan Yesus setelah dilatih dan dimuridkan dapat melakukan pekerjaan seperti yang Tuhan Yesus perintahkan dan lakukan. Timotius sebagai murid Paulus, sangat membantu Paulus dalam pelayanannya. Musa dan Elia pun melakukan hal yang sama, mereka masing-masing mempunyai murid Yosua dan Elisa yang sangat membantu mereka dalam mewujudkan mimpi mereka. Pokoknya murid mereka adalah asisten mereka dalam pelayanan.

Murid-murid kita harus diarahkan untuk mampu melayani, kalau mereka belum jelas tempatnya di dalam pelayanan Tubuh Kristus, maka kita sebagai pemimpin harus melibatkan mereka di dalam pelayanan kita sambil mengarahkan mereka untuk menemukan tempat pelayanan mereka yang tepat dalam konteks lima jawatan pelayanan rohani maupun bentuk pelayanan lainnya yang spesifik.

Prinsip kedelapan: Tiga Jenis KESAN P-12

Yang pertama : KESAN P-12 jemaat, yaitu KESAN P-12 yang semua anggotanya adalah orang-orang yang belum membuka KESAN P-12 sendiri.
Yang kedua : KESAN P-12 campuran, yaitu KESAN P-12 yang sebagian anggotanya sudah membukan KESAN P-12 dan sebagian yang lain lagi belum membuka KESAN P-12.

Yang ketiga : KESAN P-12 Pemimpin, yaitu KESAN P-12 yang anggotanya sudah berjumlah 12 orang dan sudah membuka KESAN P-12nya masing-masing.

Prinsip kesembilan: Lima Tanggung Jawab Pemimpin Kesan P-12

1. Memenangkan jiwa
Setiap pemimpin KESAN P-12 bersama anggotanya harus mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.
2. Membantu muridnya untuk membuka / menjadi pemimpin KESAN P-12
Setiap pemimpin KESAN P-12 mempunyai tanggung jawab untuk mengajar, melatih dan memperjuangkan setiap anggotanya sampai mereka mampu membuka KESAN P-12nya sendiri.
3. Membantu KESAN P-12 muridnya untuk bertumbuh
Setiap pemimpin bertanggung jawab untuk membantu muridnya dalam mengembangkan KESAN P-12 yang dipimpin oleh muridnya.
4. Mengembangkan dan mengawasi seluruh jajaran KESAN dibawahnya
Setiap pemimpin KESAN P-12 berkewajiban membantu, memperjuangkan, mengawasi seluruh jajaran kelompok sel dibawahnya supaya terus multiplikasi/ berlipat ganda dengan lancar guna mencapai target perkembangan yang ditentukan.
5. Menjadi teladan dalam penundukan diri kepada Tuhan dan pemimpin di atasnya.

Dalam pemuridan, hal yang sangat penting yang tidak boleh kekurangan adalah ketaatan. Setiap murid harus memiliki roh ketaatan, dan roh ketaatan ini diimpartasikan oleh pemimpin kepada murid-muridnya, jikalau pemimpinnya sendiri tidak memiliki roh ketaatan, bagaimana mungkin dapat mengimpartasikan ketaatan pada murid-muridnya.

Prinsip kesepuluh: Pemimpin yang berhalangan dapat digantikan oleh yang lain

Terkadang pemimpin mungkin saja berhalangan, karena sakit, pindah ke luar kota/negeri, meninggal dunia atau undur, dll, maka posisi ini dapat digantikan oleh orang lain, misalnya oleh salah satu muridnya atau pemimpin KESAN P-12 lain. Seperti dalam keluarga saja, apabila pemimpin keluarganya tidak dapat memimpin lagi maka posisi pimpinan akan digantikan oleh anak tertua atau oleh pamannya atau oleh anggota keluarga lain yang layak menggantikannya.

Prinsip kesebelas: Ijinkan Roh Kudus menyatakan kuasaNya di dalam KESAN P-12

Ijinkan & ciptakan atmosfir ( suasana ) yang tepat agar Tuhan ALLAH Roh Kudus dapat dengan leluasa bekerja di KESAN P-12, melalui pujian dan penyembahan yang dinaikkan dengan segenap hati. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh maupun hati yang penuh belas kasihan. Saling mendoakan antara masing-masing anggota, juga belajar untuk memberikan keleluasaan Roh Allah bekerja di dalam dan melalui kita dengan cara mendoakan orang-orang sakit maupun keluhan lain atau dalam masalah pergumulan. Pemimpin dan anggota KESAN P-12 juga harus sering kunjungan, PI, dsb, maka kita akan mengalami kuasa Allah menyertai kita dengan lebih nyata.

Prinsip keduabelas: KESAN P-12 adalah keluarga secara rohani

Prinsip dalam KESAN P-12 adalah sama seperti prinsip keluarga. Dalam keluarga ada bapa dan anak, pemimpin KESAN P-12 adalah bapa dalam keluarga KESAN P-12 dan anggota KESAN P-12 adalah anak-anaknya. Seorang pemimpin KESAN P-12 harus memiliki hati BAPA yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anaknya dan anggota harus memiliki hati anak yang mau tunduk kepada bapa.

Keanggotaan dalam KESAN P-12

Dalam KESAN P-12 kita mengenal pemimpin, murid dan jemaat KESAN P-12. Pemimpin adalah orang yang sudah membuka satu KESAN P-12 dan dia menjadi pemimpin di KESAN P-12 tersebut. Murid adalah orang yang menjadi anggota di salah satu KESAN P-12 namun dia juga telah membuka KESAN P-12 nya sendiri, di KESAN P-12 nya dia disebut pemimpin. Jemaat adalah anggota KESAN P-12 yang belum membuka KESAN P-12 nya sendiri.

Seperti yang telah dijelaskan dalam 12 Prinsip bahwa KESAN P-12 adalah bentuk dari suatu keluarga rohani, maka pemimpin akan menjadi kepala keluarga atau menjadi bapa dan murid serta jemaat KESAN P-12 menjadi anak-anaknya. Suatu keluarga rohani yang baik, bapanya memiliki roh bapa dan anak-anaknya harus memiliki roh anak.

Apakah roh bapa dan roh anak itu?

Roh bapa:
1. Bapa memiliki rasa tanggung jawab khusus terhadap anak-anaknya lebih dari orang lain.
2. Bapa memelihara dan mendidik anak-anaknya terus menerus ( Ul 6:7 )
3. Bapa harus menasihati dan menegur jika anaknya salah.
4. Bapa harus mengampuni anak-anak yang bertobat ( Luk 15:11-32 )
5. Bapa menginvestasikan banyak waktu untuk anak dan keluarga
6. Bapa memberi teladan yang baik ( I Kor 4:16, I Kor 11:1 )
7. Memperhatikan dan menjaga anak-anaknya dari pengajaran sesat
8. Berani memberi tanggung jawab dan kepercayaan ( II Tim 2:2 )
9. Mendorong anak-anaknya yang sudah dewasa untuk membangun keluarga baru
10. Bapa ingin dan memperjuangkan anak-anaknya sampai berhasil bahkan melebihi dirinya sendiri ( III Yoh 1:4 )

Roh anak:
1. Menyadari bahwa ia mempunyai khusus dengan bapanya ( I Kor 4:15, Luk 15:11-32 )
2. Bersedia mendengar didikan bapa ( Am 1:8, Am 13:1 )
3. Mentaati dan menghormati bapa ( Ef 6:1-3 )
4. Menghormati kepemimpinan dan menutupi kekurangan bapanya
5. Anak membela bapanya
6. Membuat hati bapa tenang ( Fil 2:19 )
7. Sehati sepikir dengan bapanya
8. Kesetiaannya teruji ( Fil 2:22, Am 19:22 )
9. Anak menolong dan memperjuangkan bapanya ( Fil 2:22b )
10. Menjadi sangat berguna bagi bapanya

Cara Multiplikasi KESAN P-12

Proses Multiplikasi:
• Pemimpin mula-mula melatih dan memuridkan setiap anggotanya.
• Setelah ada dari anggotanya yang dewasa, anggotanya itu akan membuka KESAN P-12 sendiri di tempat lain.
• Anggota yang telah berhasil membuka KESAN P-12 nya sendiri menjadi salah satu dari “ duabelas “ murid tetap dari pemimpin mula-mulanya.
• Anggota yang telah membuka KESAN P-12 sendiri, tetap kembali pada KESAN P-12 mula-mulanya supaya tetap diajar, didukung, diarahkan dan dinaungi oleh pemimpinnya. Jadi dalam satu minggu, anggota KESAN P-12 harus mengikuti KESAN P-12 dua kali, yaitu untuk dimuridkan dan memuridkan.

Dengan proses multiplikasi seperti ini maka KESAN-KESAN yang sudah akrab tidak perlu pecah tapi dapat terus berdampingan bersama dan bertumbuh bersama-sama serta berlipatganda.

DIHARAPKAN PENJELASAN INI DAPAT DIMENGERTI UNTUK KITA TERAPKAN BERSAMA-SAMA BAGI KEMULIAAN TUHAN, DAN PERKEMBANGAN GEREJA TUHAN, GBI ANTIOKHIA MELALUI KESAN P-12, HALELUYA. TUHAN MEMBERKATI.


 
 

NAMA REGISTRASI

GBI Antiokhia
Samaria Foundation
Antioch Gospel Church
http://www.antiochgospelchurch.com/


ALAMAT GEREJA

Jalan Pangeran Jayakarta 129
Block B No. 55-59
Jakarta Pusat, 10730
Indonesia

KONTAK DETAIL

Telp: +62-21-6006165
Telp: +62-21-6006167
jakarta@gbiantiokhia.com
http://www.gbiantiokhia.com/


This website best viewed at 800 x 600 or higher.
© 2007 GBI Antiokhia. All Rights Reserved.