Tanggal 10-13 Juli yang lalu, tim yang terdiri dari
14 orang ketua dan wakil ketua KESAN dibawah pimpinan
Gembala Sidang Pdt.Christian Rimbo telah mengikuti seminar
kepemimpinan yang diadakan di GBI Keluarga Allah Solo
dengan pembicara Pdt.Benyamin Wong dari Hongkong (Gembala
Sidang Shepherd Community Grace Church, Gereja Sel terbesar
di Hongkong). Pada waktu yang sama, tim juga diberikan
kesempatan untuk bertatap muka, tanya jawab serta menerima
pengertian yang lebih mendalam perihal P-12 yang telah
dan sedang diterapkan di GBI Keluarga Allah dengan Gembala
Sidangnya Pdt.Obaja T.Setiawan. Dengan P-12 ini Pdt.Obaja
T.Setiawan menjelaskan bagaimana pengalaman mereka,
hasil pelipatgandaan yang luar biasa, pengaruh serta
efektivitas dari P-12 tersebut. Tentang hal ini, bermula
dari kunjungan Pdt.Obaja T.Setiawan ke International
Charismatic Mission (ICM) di Bogota, Kolumbia pada akhir
bulan Januari 1999 untuk mengikuti Konferensi Gereja
Sel yang diadakan disana. ICM yang telah mengalami peliptgandaan
kelompok sel yang sangat pesat, dimulai dari akhir tahun
1990 mereka hanya mempunyai 70 sel sampai akhir tahun
1998 mencapai 23.000 sel, suatu perkembangan yangpesat.
Pulang ke Solo, Gembala Sidang GBI Keluarga Allah ini
menerapkan Prinsip 12 di gerejanya, hasilnya, kelompok
sel yang ada pada akhir Januari 1999 berjumlah 273 sel
sampai akhir Februari 2000 bertambah menjadi 819 sel.
Bahkan sewaktu tim mengunjungi Solo pada awal Juli itu,
jumlah sel yang ada sudah mencapai 1027. Berarti dalam
waktu empat bulan saja sejak Februari – Juli 2000
terjadi pelipatgandaan 208 sel bahkan pada Konferensi
Gereja Sel September yang lalu (rombongan GBI-Antiokhia
42 orang mengikutinya), sudah bertambah menjadi 1046
sel.
Perlu kita sadari bahwa tahun ini adalah tahun penjangkauan
sekaligus tahun penuaian, dan tidak kebetulan Tuhan
membawa tim untuk mengunjungi Gereja Sel di Solo, kita
menjadi mengenal, mengerti dan terdorong amat sangat
oleh Prinsip 12 yang mana prinsip-prinsip tersebut akan
kita terapkan juga di KESAN kita di masa mendatang.
Mengapa nama KESAN diganti menjadi KESAN P-12? Kita
harapkan supaya KESAN-KESAN yang ada sungguh-sungguh
berfungsi untuk menciptakan murid-murid yang bervisi,
bermisi, dinamis, efektif, militan, misioner bertumbuh,
berbuah, dan tidak mengecewakan Tuhan. Ada beberapa
prinsip-prinsip yang akan lebih kita tekankan di KESAN
Prinsip 12 yaitu hubungan dan pelatihan. Mari kita lihat
KESAN selama ini, kita terjebak dengan bahan dan program
hampir semua Pemimpin dan anggota KESAN agak kurang
memperhatikan bagaimana hubungannya dengan anggota lainnya,
pokoknya tiap minggu dia harus hadir dan mengadakan
acara pertemuan yang sudah ditetapkan tepat pada waktunya.
Padahal kalau kita mau memenangkan seseorang, kita harus
memenangkan hubungan kita terlebih dahulu dengan orang
tersebut. Bukan hanya agak kurang memperhatikan hubungan
tetapi pemimpin juga agak kurang memperhatikan pelatihan
untuk anggota-anggotanya, seharusnya setiap pemimpin
berkewajiban harus menciptakan anggota yang mempunyai
kapasitas minimal seperti dirinya, kalau tidak ada pelatihan
dari pemimpin kepada anggota-anggotanya, darimana para
anggota tahu cara melayani Tuhan dan sesama, cara berdoa
yang benar, cara PI, dst. Kekurangan-kekurangan yang
pernah terjadi di dalam KESAN yang lalu akan kita coba
perbaiki dengan menerapkan Prinsip 12 di KESAN P-12,
apa yang baik di KESAN yang lama tetap akan dipertahankan
kalau perlu lebih disempurnakan.
Apakah KESAN P-12 itu?
Perlu kita mengerti bahwa P-12 adalah prinsip yang dipakai
oleh Tuhan Yesus dalam mengajar dan melatih 12 murid-muridNya
untuk menjadi sama seperti diriNya, mulai dari bagaimana
Tuhan Yesus memilih murid-muridNya, Ia berdoa lebih
dahulu semalaman (Luk 6:12-13), sampai bagaimana Tuhan
Yesus melewati hari-hariNya di dunia bersama dengan
murid-muridNya, melatih mereka bagaimana cara melayani
Tuhan dan sesama, cara berdoa dan berpuasa yang benar,
memberi kuasa, mengurapi dan mengutus 12 muridNya untuk
mempraktekkan apa yang telah diajarkanNya, kemudian
memanggil mereka kembali untuk diajar dan diurapi lagi
dan yang pasti selama Ia bersama-sama dengan murid-muridNya,
Ia menjadi teladan dalam segala hal bagi 12 muridNya.
Nah, sebagai pemimpin, kita harus meneladani apa yang
telah diperbuat oleh Tuhan Yesus dan kita terapkan di
dalam KESAN P-12 kita.
Dasar-dasar Prinsip 12 yang akan diterapkan di KESAN
P-12
Prinsip
pertama: Setiap Orang Dapat Menjadi Pemimpin.
Kita tahu bahwa banyak sekali jiwa-jiwa yang akan dituai
di jaman akhir ini, namun kenyataannya hanya ada sedikit
pekerja yang siap menuai. Dalam Matius 9:37-38 Tuhan
Yesus berkata pada murid-muridNya, “Tuaian memang
banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah
kepada yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja
untuk tuaian itu.” Tuhan Yesus tahu bahwa prioritas
pertama adalah membangkitkan pekerja-pekerja yang akan
diutus untuk menjadi pemimpin-pemimpin. Sekarang siapa
yang akan dibangkitkan untuk menjadi pemimpin?
Sebenarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin. Ada
alasan yang menguatkan pernyataan ini.
Pertama, dalam Kej 1:26, Tuhan sudah menetapkan setiap
manusia untuk menjadi pemimpin atas semua ciptaanNya.
Dalam Ul 28:13 juga Tuhan katakan bahwa setiap orang
yang mendengarkan suara Tuhan dan melakukannya dengan
taat dan setia, maka Ia akan dibuat menjadi kepala bukan
ekor.
Kedua, setiap orang percaya sudah Tuhan beri kemampuan
untuk dapat menjadi pemimpin kelompok sel. Gereja juga
disebut Keluarga Allah. Setiap keluarga, apabila ada
anaknya yang telah dewasa, maka ia akan mampu untuk
membangun keluarganya sendiri. Begitu juga dengan setiap
jemaat yang ada di KESAN P-12, apabila telah diajar
dan dilatih dengan baik, maka ia akan menjadi dewasa
dan siap untuk membuka KESAN P-12 sendiri, mendidik
dan melatih anak-anaknya sendiri untuk menjadi pemimpin.
Ketiga, setiap orang yang telah belajar dan dilatih
untuk menjadi pemimpin, maka pada akhirnya akan mampu
menjadi pemimpin.
Untuk menjadi seorang pemimpin seperti Pdt.Christian
Rimbo memang perlu karunia khusus, tetapi untuk menjadi
seorang pemimpin KESAN P-12 kita semua pasti boleh dan
harusnya mampu.
Prinsip
kedua : Setiap Orang Dapat Memuridkan sampai Dua Belas
Dalam Markus 3:13-19, kita tahu bahwa Tuhan Yesus memilih
12 orang yang akan dimuridkan secara khusus. Memuridkan
12 orang secara khusus adalah kapasitas kemampuan kita
untuk memuridkan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus memang mempunyai banyak pengikut, tetapi
dia hanya memfokuskan diriNya pada 12 murid yang diajar
dan dilatihNya secara khusus secara maksimal.
Dua belas boleh saja disebut angka multiplikasi. Tuhan
Yesus tidak kebetulan memilih 12 murid. Jumlah suku
Israel adalah juga 12. Semua itu ada maksudnya. Dia
tidak memilih 7 atau 15 murid, tetapi 12, ini untuk
memberi teladan pada kita dan menunjukkan bahwa kita
pasti mampu untuk memuridkan 12 orang. Memang tidak
sekaligus harus 12, tetapi kita semua mempunyai target
12 murid sama seperti Yesus. Bukankah Dia sudah berkata
di dalam Yohanes 14:12~Aku berkata kepadamu:”Sesungguhnya
barang siapa Percaya kepadaKu, ia akan juga melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan
yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku juga pergi
kepada Bapa.”
Prinsip
ketiga: Yang Disebut 12-mu adalah yang Telah Membuka
KESAN P- 12nya Sendiri
Yang disebut murid adalah mereka yang taat melakukan
Firman Tuhan termasuk Amanat Agung ( Mat 28:19-20 ),
mereka pergi menginjil jiwa-jiwa dan menjadikan mereka
murid Tuhan untuk kemudian membuka KESAN P-12nya sendiri.
Seseorang dapat masuk dalam KESAN P-12 tanpa termasuk
dalam “dua belasmu “ tetapi mereka hanya
menjadi jemaat saja. Mengapa? Sebab sasaran memuridkan
dan pelatihan kepemimpinan adalah supaya jemaat menjadi
berpotensi, mampu dan dapat membuka KESAN P-12nya sendiri.
Sebagai pemimpin di KESAN P-12, kita harus mengajar
dan mendorong setiap jemaat untuk mereka masing-masing
membuka KESAN P-12nya sendiri. Dua belas adalah target
yang akan kita capai, yaitu berjuang untuk mencetak
dua belas jemaat yang berani melangkah dengan iman untuk
menjadi dua belas pemimpin di KESAN P-12 yang dipimpin
mereka masing-masing.
Kebutuhan antara seseorang yang telah menjadi pemimpin
akan sangat jauh berbeda dengan jemaat yang belum menjadi
pemimpin. Seorang pemimpin membutuhkan bahan-bahan untuk
memperlengkapi dirinya sendiri guna membina, memimpin,
melatih orang-orang yang dipimpinnya, ia mempunyai tanggung
jawab yang sangat penting untuk melatih anggotanya menjadi
pemimpin KESAN P-12. Tetapi jemaat biasa hanya perlu
pengajaran untuk dirinya sendiri, persiapan dan pelatihan
untuk dapat memulai memimpin KESAN P-12 baru akan diupayakannya
di kemudian hari.
Prinsip
keempat : Setiap Orang Harus Dimuridkan dan Memuridkan
Dalam Matius 28:19-20, Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridNya
untuk memuridkan orang lain. Dalam hukum alam terjadi
apa yang dinamakan hukum menerima dan hukum memberi,
supaya terdapat keseimbangan. Danau Galilea sangat subur
dan terdapat banyak jenis ikan karena ia menimba air
dan mengalirkannya ke tempat lain, sedangkan Laut Mati
hanya menerima menyebabkan kadar garam dan mineral terlalu
tinggi sehingga tidak ada satu ikan pun yang dapat hidup
di laut ini. Jika kita menerima atau dimuridkan maka
kita juga harus memberi melalui proses memuridkan supaya
kita tidak mengalami kematian rohani.
Seorang gembala yang paling senior akan memberikan pelajaran
dan pelatihan pada orang lain duabelas muridnya. Dia
akan mengimpartasikan visi dan misi yang menjadi panggilan
atas gerejanya, hidup dan prinsip-prinsip hidup serta
keteladanan kepada murid-muridnya. Setiap murid akan
menangkap informasi yang mereka dapat, kemudian membagikannya
sewaktu mereka mengajar “duabelas” mereka
di KESAN P-12 mereka masing-masing. Hali ini diturunkan
dari satu tingkatan ke tingkatan di bawahnya sampai
tingkatan yang paling bawah. Pelajaran turun dari atas
sampai ke bawah melalui pertemuan “duabelas”
di KESAN P-12.
Dasar prinsip pemuridan di KESAN P-12 adalah “Ajarkan
apa yang diajarkan kepadamu” ( II Timotius 2:2
).
Tidak seorangpun yang akan dipakai oleh Tuhan dengan
hebat kalau ia tidak mau dibimbing, dipimpin terlebih
dahulu. Sebelum memuridkan kita harus mau dimuridkan
terlebih dahulu sehingga kita memiliki tudung ( covering
) dan pembina rohani yang akan memperhatikan dan mendukung
kita.
Prinsip
kelima: Setiap Kita Harus Memenangkan Jiwa dan Menjadikan
Mereka Pemimpin KESAN P-12
Tuhan Yesus dalam melaksanakan misiNya di dunia, Ia
terlebih dahulu memberitakan Injil kepada banyak orang
untuk menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus sudah memberi
teladan bagi kita untuk kita pun sebagai anak-anak Tuhan
yang telah ditebus harus juga melaksanakan misi kita
yaitu meyelamatkan banyak jiwa bagi Dia. Setelah mereka
diselamatkan, mereka harus dengan cepat dimasukkan dalam
KESAN P-12, karena disana mereka akan diajar dan dilatih,
juga diperlengkapi untuk mempersiapkan mereka menjadi
pemimpin di KESAN P-12 mereka nantinya.
Pembina yang berhasil adalah pembina yang dapat menghasilkan
pemimpin yang baru. Untuk itu kita perlu betul-betul
memperhatikan, mendukung, mengarahkan supaya murid-murid
kita behasil di dalam kehidupannya, baik rohani maupun
jasmani.
Keberhasilan murid = keberhasilan pemimpin, kegagalan
murid = kegagalan pemimpin.
Prinsip
keenam: KESAN P-12 Harus Dikembangkan Secara Homogen
KESAN P-12 akan berkembang lebih sehat dan efektif apabila
dikembangkan secara homogen, berdasarkan kesamaan yang
dimiliki, kecocokan, kedekatan, dsb. Tidak lagi berdasarkan
lokasi tempat tinggal, tapi mereka harus beribadah di
dalam satu tempat ( ibadah/bahasa ) yang sama supaya
dapat berfungsi lebih maksimal.
Prinsip
ketujuh: Dua Belasmu adalah Asistenmu
Murid-murid Tuhan Yesus setelah dilatih dan dimuridkan
dapat melakukan pekerjaan seperti yang Tuhan Yesus perintahkan
dan lakukan. Timotius sebagai murid Paulus, sangat membantu
Paulus dalam pelayanannya. Musa dan Elia pun melakukan
hal yang sama, mereka masing-masing mempunyai murid
Yosua dan Elisa yang sangat membantu mereka dalam mewujudkan
mimpi mereka. Pokoknya murid mereka adalah asisten mereka
dalam pelayanan.
Murid-murid kita harus diarahkan untuk mampu melayani,
kalau mereka belum jelas tempatnya di dalam pelayanan
Tubuh Kristus, maka kita sebagai pemimpin harus melibatkan
mereka di dalam pelayanan kita sambil mengarahkan mereka
untuk menemukan tempat pelayanan mereka yang tepat dalam
konteks lima jawatan pelayanan rohani maupun bentuk
pelayanan lainnya yang spesifik.
Prinsip
kedelapan: Tiga Jenis KESAN P-12
Yang pertama : KESAN P-12 jemaat, yaitu KESAN P-12 yang
semua anggotanya adalah orang-orang yang belum membuka
KESAN P-12 sendiri.
Yang kedua : KESAN P-12 campuran, yaitu KESAN P-12 yang
sebagian anggotanya sudah membukan KESAN P-12 dan sebagian
yang lain lagi belum membuka KESAN P-12.
Yang ketiga : KESAN P-12 Pemimpin, yaitu KESAN P-12
yang anggotanya sudah berjumlah 12 orang dan sudah membuka
KESAN P-12nya masing-masing.
Prinsip
kesembilan: Lima Tanggung Jawab Pemimpin Kesan P-12
1.
Memenangkan jiwa
Setiap pemimpin KESAN P-12 bersama anggotanya harus
mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.
2. Membantu muridnya untuk membuka / menjadi pemimpin
KESAN P-12
Setiap pemimpin KESAN P-12 mempunyai tanggung jawab
untuk mengajar, melatih dan memperjuangkan setiap anggotanya
sampai mereka mampu membuka KESAN P-12nya sendiri.
3. Membantu KESAN P-12 muridnya untuk bertumbuh
Setiap pemimpin bertanggung jawab untuk membantu muridnya
dalam mengembangkan KESAN P-12 yang dipimpin oleh muridnya.
4. Mengembangkan dan mengawasi seluruh jajaran KESAN
dibawahnya
Setiap pemimpin KESAN P-12 berkewajiban membantu, memperjuangkan,
mengawasi seluruh jajaran kelompok sel dibawahnya supaya
terus multiplikasi/ berlipat ganda dengan lancar guna
mencapai target perkembangan yang ditentukan.
5. Menjadi teladan dalam penundukan diri kepada Tuhan
dan pemimpin di atasnya.
Dalam pemuridan, hal yang sangat penting yang tidak
boleh kekurangan adalah ketaatan. Setiap murid harus
memiliki roh ketaatan, dan roh ketaatan ini diimpartasikan
oleh pemimpin kepada murid-muridnya, jikalau pemimpinnya
sendiri tidak memiliki roh ketaatan, bagaimana mungkin
dapat mengimpartasikan ketaatan pada murid-muridnya.
Prinsip
kesepuluh: Pemimpin yang berhalangan dapat digantikan
oleh yang lain
Terkadang pemimpin mungkin saja berhalangan, karena
sakit, pindah ke luar kota/negeri, meninggal dunia atau
undur, dll, maka posisi ini dapat digantikan oleh orang
lain, misalnya oleh salah satu muridnya atau pemimpin
KESAN P-12 lain. Seperti dalam keluarga saja, apabila
pemimpin keluarganya tidak dapat memimpin lagi maka
posisi pimpinan akan digantikan oleh anak tertua atau
oleh pamannya atau oleh anggota keluarga lain yang layak
menggantikannya.
Prinsip
kesebelas: Ijinkan Roh Kudus menyatakan kuasaNya di
dalam KESAN P-12
Ijinkan & ciptakan atmosfir ( suasana ) yang tepat
agar Tuhan ALLAH Roh Kudus dapat dengan leluasa bekerja
di KESAN P-12, melalui pujian dan penyembahan yang dinaikkan
dengan segenap hati. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh
maupun hati yang penuh belas kasihan. Saling mendoakan
antara masing-masing anggota, juga belajar untuk memberikan
keleluasaan Roh Allah bekerja di dalam dan melalui kita
dengan cara mendoakan orang-orang sakit maupun keluhan
lain atau dalam masalah pergumulan. Pemimpin dan anggota
KESAN P-12 juga harus sering kunjungan, PI, dsb, maka
kita akan mengalami kuasa Allah menyertai kita dengan
lebih nyata.
Prinsip
keduabelas: KESAN P-12 adalah keluarga secara rohani
Prinsip dalam KESAN P-12 adalah sama seperti prinsip
keluarga. Dalam keluarga ada bapa dan anak, pemimpin
KESAN P-12 adalah bapa dalam keluarga KESAN P-12 dan
anggota KESAN P-12 adalah anak-anaknya. Seorang pemimpin
KESAN P-12 harus memiliki hati BAPA yang bertanggung
jawab terhadap keluarga dan anak-anaknya dan anggota
harus memiliki hati anak yang mau tunduk kepada bapa.
Keanggotaan
dalam KESAN P-12
Dalam
KESAN P-12 kita mengenal pemimpin, murid dan jemaat
KESAN P-12. Pemimpin adalah orang yang sudah membuka
satu KESAN P-12 dan dia menjadi pemimpin di KESAN P-12
tersebut. Murid adalah orang yang menjadi anggota di
salah satu KESAN P-12 namun dia juga telah membuka KESAN
P-12 nya sendiri, di KESAN P-12 nya dia disebut pemimpin.
Jemaat adalah anggota KESAN P-12 yang belum membuka
KESAN P-12 nya sendiri.
Seperti
yang telah dijelaskan dalam 12 Prinsip bahwa KESAN P-12
adalah bentuk dari suatu keluarga rohani, maka pemimpin
akan menjadi kepala keluarga atau menjadi bapa dan murid
serta jemaat KESAN P-12 menjadi anak-anaknya. Suatu
keluarga rohani yang baik, bapanya memiliki roh bapa
dan anak-anaknya harus memiliki roh anak.
Apakah
roh bapa dan roh anak itu?
Roh
bapa:
1. Bapa memiliki rasa tanggung jawab khusus terhadap
anak-anaknya lebih dari orang lain.
2. Bapa memelihara dan mendidik anak-anaknya terus menerus
( Ul 6:7 )
3. Bapa harus menasihati dan menegur jika anaknya salah.
4. Bapa harus mengampuni anak-anak yang bertobat ( Luk
15:11-32 )
5. Bapa menginvestasikan banyak waktu untuk anak dan
keluarga
6. Bapa memberi teladan yang baik ( I Kor 4:16, I Kor
11:1 )
7. Memperhatikan dan menjaga anak-anaknya dari pengajaran
sesat
8. Berani memberi tanggung jawab dan kepercayaan ( II
Tim 2:2 )
9. Mendorong anak-anaknya yang sudah dewasa untuk membangun
keluarga baru
10. Bapa ingin dan memperjuangkan anak-anaknya sampai
berhasil bahkan melebihi dirinya sendiri ( III Yoh 1:4
)
Roh
anak:
1. Menyadari bahwa ia mempunyai khusus dengan bapanya
( I Kor 4:15, Luk 15:11-32 )
2. Bersedia mendengar didikan bapa ( Am 1:8, Am 13:1
)
3. Mentaati dan menghormati bapa ( Ef 6:1-3 )
4. Menghormati kepemimpinan dan menutupi kekurangan
bapanya
5. Anak membela bapanya
6. Membuat hati bapa tenang ( Fil 2:19 )
7. Sehati sepikir dengan bapanya
8. Kesetiaannya teruji ( Fil 2:22, Am 19:22 )
9. Anak menolong dan memperjuangkan bapanya ( Fil 2:22b
)
10. Menjadi sangat berguna bagi bapanya
Cara
Multiplikasi KESAN P-12
Proses
Multiplikasi:
• Pemimpin mula-mula melatih dan memuridkan setiap
anggotanya.
• Setelah ada dari anggotanya yang dewasa, anggotanya
itu akan membuka KESAN P-12 sendiri di tempat lain.
• Anggota yang telah berhasil membuka KESAN P-12
nya sendiri menjadi salah satu dari “ duabelas
“ murid tetap dari pemimpin mula-mulanya.
• Anggota yang telah membuka KESAN P-12 sendiri,
tetap kembali pada KESAN P-12 mula-mulanya supaya tetap
diajar, didukung, diarahkan dan dinaungi oleh pemimpinnya.
Jadi dalam satu minggu, anggota KESAN P-12 harus mengikuti
KESAN P-12 dua kali, yaitu untuk dimuridkan dan memuridkan.
Dengan
proses multiplikasi seperti ini maka KESAN-KESAN yang
sudah akrab tidak perlu pecah tapi dapat terus berdampingan
bersama dan bertumbuh bersama-sama serta berlipatganda.
DIHARAPKAN PENJELASAN INI DAPAT DIMENGERTI UNTUK KITA
TERAPKAN BERSAMA-SAMA BAGI KEMULIAAN TUHAN, DAN PERKEMBANGAN
GEREJA TUHAN, GBI ANTIOKHIA MELALUI KESAN P-12, HALELUYA.
TUHAN MEMBERKATI.